SEBERAPA SIAP PEMPROV SULUT MASUK PASAR GLOBAL
Pelaku Usaha/Exporter
Ijinkan saya sebagai Keluarga Sigar memberi sedikit masukan buat otoritas Pemprov Sulawesi Utara bahwa tujuan ini hanya mengingatkan bahwa program
Presiden Indonesia Pak Prabowo siap menghadapi persaingan pasar Global. Beliau mencanangkan INDONESIA menjadi tuan atas sumber daya hasil bumi yang ada di NKRI termasuk Provinsi Sulawesi Utara.
Karena saya tidak dalam struktur Pemprov Sulawesi Utara sehingga tidak mengetahui semua program Pemprov Sulawesi Utara, oleh Karena itu bila masukan ini sudah jadi program Pemprov Sulawesi Utara, mohon ini jadi masukan saja. Saya memperhatikan banyak program Gubernur Sulawesi Utara,Pak Yulius Selvanus yang sudah infokan ke publik seperti program sektor pariwisata, sektor Kesehatan, Ekonomi kreatif, pertanian dll. Semua begitu banyak sektor sangat bagus buat penyediaan fasilitas dan sarana buat Masyarakat Sulawesi Utara.
Saya percaya Pemprov Sulawesi sudah memikirkan sektor yang akan meningkatkan pertumbuhan Ekonomi, saya coba membedah sedikit yaitu Perdagangan Global. Untuk bersaing di Perdagangan global tentu pertama sektor yang vital perlu diprioritaskan yaitu sektor Infrastruktur kearah industrialisasi/manufaktur sebagai bagian dariprogram hilirisasi rencana Pak Prabowo kita bukan lagi sebagai supplier bahan mentah ke luar negeri namun Indonesia harus menjadi tuan atas hasil bumi.
Kedua Adalah Prasarana jalan belum sepenuhnya di buat atau di perbaiki, daerah tertentu seperti Minahasa, Tomohon dan daerah lain Sebagian belum mampu dilewati kendaraan besar seperti kontener. Masalah logistik sebagai pengubung daerah sumber hasil bumi ke Pelabuhan Bitung masih terlihat kurang di perhatikan.
Hasil sumber daya alam dari hasil bumi Sulawesi Utara sangat melimpah, komoditas unggulan yang menjadi primadona dipasar Internasional atau pasar Global yaitu:Sektor komoditas seperti Hasil Kelapa dan turunannya seperti: kayu Kelapa, minyak kelapa,Virgin Oil, serabut Kelapa. Tepung kelapa, Arang tempurung (charcoal) masuk kategori energi. Pala, vanila, coklat, Nilam dan sektor perikanan dan masih banyak sumber alam sudah teridentifikasi dapat menjadi komoditas unggulan dipasar global yang berpotensi menjadi pendapatan buat Masyarakat daerah (PAD).
Gubernur Pemerintah Provinsi Sulawesi Utaramelalui kepempinan Pak Yulius Selvanus menurut hemat saya wajib memikirkan beberapa poin2 penting dalam pelaksanan/implementasi bila siap masuk perdagangan bebas dan Global:
1.Perbaiki prasarana jalan sebagai penghubung antara daerah sumber komodtas ke pelabuhan Bitung seperti memperluas sarana jalan, memperbaiki jalan berlubang sehingga akses kontener lebih mudah, perbaiki drainase jalan, identifikasi titik poin longsor di beberapa wilayah Seperti, jalan akses Minahasa Induk, Tomohon Mitra yang berada di ketinggian dipermukaan tanah rata rata 200 – 1600 meter
2.Perlu pengembangan infrastruktur dimana produk mentah menjadi produk jadi, melalui Industriliasasi sehingga bahan mentah tidak lagi dikirim ke daerah lain sehinga perputaran ekonomi terjadi di Sulawesi Utara.
3.Jangan hanya berfokus Pembangunan ekonomi dikota Manado, Bitung saja sebagai sentra ekonomi, namun kembangkan Minahasa, Tomohon dan daerah Bolang Mongondow. Membagi daera lain di Sulawesi Utara sehingga perekonomian daerah lain merata pertumbuhan ekonomi.
4.Beberapa contoh seperti pabrik briket charcoal di Bitung tutup lalu dialihkan ke pulau jawa karena biaya freight local plus biaya freight khusus kategori barang dangerous sangat mahal ke Pelabuhan besar di Indonesia. Padahal sumber arang tempurung ada di Sulawesi utara.
5. Pelabuhan Bitung adalah aset Provinsi Sulawesi utara yang akan mendongkrak pertumbuhan Ekonomi Pusat dan daerah dikawasan Asia Pasifik, maka Pelabuhan Bitung akan membantu Indonesia timur dan tengah yang memilik sumber Migas, Nikel, Timah, batubara, emas terbesar dikawasan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dibidang logistik.
Menurut sumber yang sudah melakukan study kelayakan dari tahun 2019 .
Dari hasil study kelayakan (Sumber refhttps://ejournal.brin.go.id/JEP/article/view/12013) yaitu Posisi strategis secara geografis, kelayakan alam, dan mempertimbangkan kekayaan energi di daerah Timur dan menghasilkan energi, tambang, dan komoditas pantas di jadikan Pelabuhan Bitung mampu dijadikan PELABUHAN HUB INTERNATIONAL. Bahkan era Jokowi PELABUHAN HUB INTERNATIONAL BITUNG menjadi PSN. Bila proyek ini direalisasikan maka trafik kegiatan ekspor import Tambang, minyak, komoditas, Kawasan Asia Pasific bukan lagi kuasai Maritim and Port Authority Singapore.
Jika proyek ini dilakasanakan maka beberapa hal yang akan dapat menguntungkan dari Pelabuhan Hub, yaitu:
• Sektor transportasi laut sebagai penggerak kegiatan logistik akan terkoordinasi secara efektif.
• Pusat Distribusi di kawasan Asia Pasifik.
• Investasi pada Jaringan dan Transportasi Multimoda (pelayaran Asing seperti CMA-CGM, ONE, MAERSK LINE, KLINE dll).
• Pusat Transit kapal Curah, kapal kontener, tongkang, tanker di Asia pacific.
• Pemberdayaan Perdagangan Internasional.
• Menjaga ketahanan Rantai Pasokan suatu produk.
• Transfer dan adopsi sistem Teknologi dalam pengaturan dan pengendalian lalu lintas pelabuhan Hub Internasional dari tenaga ahli luar negeri ke tenaga ahli daerah.
• Membuka sebesar-besarnya lapangan pekerjaan buat masyarakat Daerah Sulawesi Utara atau daerah lain di Indonesia
• Pelabuhan Hub saat ini di monopoli oleh Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura. Apabila Bitung dijadikan pelabuhan Hub maka Indonesia akan hadir sebagai alternatif dalam persaingan di kawasan Asia Pasifik sebagai jasa lalu lintas laut
Ketika saya bekerja di Int. Shipping Co. kurang lebih belasan tahun, mengetahui bagaimana mekanisme Pelabuhan Hub. Semoga ini jadi atensi dan harapan saya sebagai bangsa Indonesia, potensi Pelabuhan Bitung begitu besar. Khusus buat Pemerintah Pusat dan Pemprov Sulawesi Utara agar segera memikirkan potensi yang belum sempat direalisasikan yang adalah aset besar Nasional.
Sampai saat ini Singapore menjadi pemasok terbesar disektor logistik, artinya baik kilang minyak dan transit logistik migas masih didominasi Maritim and Port Authority Singapore.
Menurut saya apabila pemerintah ambil alih dibidang logistik dengan melaksanakan proyek PELABUHAN HUB BITUNG maka investor mulai mempertimbangkan Indonesia sebagai pesaing di Asia Pacifik.(#)